Sajak-sajak Pilihan dalam Antologi Tonggak (Bagian 6)

Linus Suryadi Ag. Lagu Tentang Seorang Penabuh GenderIa berleher jenjang dan rambutnya blondeIa tak berkutang dan tubuhnya semampaiDengan langkah pelan ia pun siap latihanIa menjalin gending dengan tusuk kondeLempeng-lempeng gender pun menyapa ruangSuara ulem merambat ke luar longkanganDengan simpuh di tikar ia meramu gumamBau kembang harum mengambar dari dalamO wanodya ayu, dari mana melintas bayangYang …

Iklan

Sajak-sajak Pilihan dalam Antologi Tonggak (Bagian 5)

Todung Mulya Lubis RanjangSebuah dermagadi mana rindudilabuhkanSesudah ituperahu berlayarbeberapa bulan Saat Terakhir Seorang PenjudiTuhan, kubawa kartu inipadamu. TrimalahDunia yang gurammenitipnya padakuTuhan, dunia telah guramanak-anak berjudidi gang gelap. Danpelacuran pun meningkatTuhan, katakanlahPendaftaran ke sorga telah dihentikan Floribertus Rahardi Laki-laki dan Perempuantubuh seorang laki-laki diukur dan ditimbang berapa panjangnya dan berapa besarnyaini pentingsupaya dia dapat melihat, apakah dirinyaterlalu kurus …

Sajak-sajak Pilihan dalam Antologi Tonggak (Bagian 4)

Sapardi Djoko Damono Penyairaku telah terbuka perlahan-lahan, seperti sebuah pintu, bagikusatu persatu aku terbuka, bagai daun-daun pintu,hingga akhirnya tak ada apa-apalagi yang bernama rahasia;begitu sederhana: samasekali terbuka.dan engkau akan selalu menjumpai dirimu sendiri di sana,bersih dan telanjang, tanpa asap dan tirai yang bernama rahasia.jangan terkejut: memang dirimu sendirilah yang kaujumpadi pintu yang terbuka itu -- …

Sajak-sajak Pilihan dalam Antologi Tonggak (Bagian 3)

Djamalul Abidin Ass. Basilikaketika senja berlabuh dan lampu kota yang sayumembawa langkah ke balik pinusdi mana kau menunggu dengan usia beribukutatap kau dengan hati yang kuduskini kau hanya gereja tuayang loncengnya mngerang dukatapi di wajahmu yang rentatercacar sejarah lamakususuri tembok yang agung inike altar-altarnya yang jauhtapi kenangan tidak padamu ilahiyang memandangku begitu teduhdi sini beribu …

Sajak-sajak Pilihan dalam Antologi Tonggak (Bagian 2)

Rendra Blues untuk BonnieKota Boston lusuh dan layukerna angin santer, udara jelek,dan malam larut yang celaka.Di dalam cafe ituseorang penyanyi Negro tuabergitar dan bernyanyi.Hampir-hampir tanpa penonton.Cuma tujuh pasang laki dan wanitaberdusta dan berciuman di dalam gelapmengepulkan asap rokok kelabu,seperti tungku-tungku yang menjengkelkan.Ia bernyanyi.Suaranya dalam.Lagu dan kata ia kawinkanlalu beranak seratus makna.Georgia. Georgia yang jauh.Di sana …

Sajak-sajak Pilihan dalam Antologi Tonggak (Bagian 1)

Piek Ardijanto Soeprijadi Paman-paman Tani Utunbuat mingunbapaku sendiripetani di walikukum1paman-paman tani utuningatlahmusim labuh sawah basahduilahmusim labuh kurang tidur ya pamankerja berjemur dalam lumpur tak makansawah-sawah menggembur hancurmerpatinya wokwok ketekur cangkul luku garu sabit ya pamanhabis kerja terus ngarit di galanganesoknya nyebar bibitya ampun berasnya sangat sulit2paman-paman tani utuningatlahmusim hujan kurang nasijangan mencuripegang perut anak bini ya …

Tangan Berwarna Jingga

Adio tidak akan menyangkal di saat-saat terakhir pengadilannya, bahwa dulu ia mendapat ilham membakar barang-barang itu dari tangannya yang menggenggam lampu bohlam.  Tepatnya saat itu adalah malam setelah perayaan Natal di rumah keluarga besarnya. Saat semua orang terlelap kelelahan, ia justru mendekati pohon Natal dan menggenggam sebuah lampu bohlam yang menyala dan hangat. Tangannya yang …

KEMATIAN

  Sekali lagi Siti mengguyur rata lantai di pojok kamar mandi itu dengan cairan antihama. Cacing gelang sepanjang 15 senti mengejang beberapa saat sebelum terdiam lemas. Siti memandangnya sebentar sebelum mengguyur kembali lantai, kali ini dengan air bak mandi, untuk mengusir jazad yang menjijikkan itu.   Menjijikkan. Ya, Siti merasa perbuatannya berkali-kali yang membunuh makhluk …

Bebek dalam Piano

sebuah kepandaian meracau /1/ katakan, tidak ada yang menari di cermin denting-denting piano yang jatuh pada mataku ketika hujan berdesir berhenti mendengar namamu /2/ lalu badai pada tubuhku di antara kusen dan mata langit pada deru yang jatuh dalam daun bulan sabit ketika tiga dua putaran fouettes jangan kamu berdentum   /3/ pada jarum angka …

BARON YANG DIAM

  Hai, Baron.   Selamat datang. Selamat menikmati melodi, di mana gemericik air dan kicau burung liar berpadu dengan alunan gitar dan denting pianika.   //   Arbei berguguran, masak dan merah, memenuhi aliran sungai. Burung-burung kecil mulai muncul dari antara dahan, sayapnya kecil dan gesit. Dan Odhelia menari di bawah air, menari dan berputar …