Tak Berkategori

SASTRA, SIFAT SASTRA, DAN FUNGSI SASTRA

(SEBUAH ACUAN DARI BUKU TEORI SASTRA KARYA RENE WELLEK DAN AUSTIN WARREN) I. SASTRA DAN STUDI SASTRA Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, dan studi sastra adalah cabang ilmu pengetahuan. Membicarakan sebuah karya sastra, misalnya puisi Alexander Pope, berarti juga mempelajari model puisinya, yakni heroic couplet. Contoh lain hubungan antara mempelajari karya sastra dengan studi sastra… Lanjutkan membaca SASTRA, SIFAT SASTRA, DAN FUNGSI SASTRA

Tak Berkategori

Kesatuan Alur

Sebuah alur tidak memiliki kesatuan, sebagaimana diduga oleh sebagian orang, bahwa alur itu hanya berkaitan dengan seorang manusia. Banyak hal tak tentu yang terjadi pada seorang manusia, dan hal-hal tersebut bisa saja tidak mengandung satu kesatuan. Begitu juga dengan lakuan seorang tokoh. Karena alasan itulah, para penyair yang menyusun Heraclaids, Theseids, atau puisi-puisi semacam telah… Lanjutkan membaca Kesatuan Alur

Tak Berkategori

Ruang Lingkup Alur

Tragedi adalah representasi lakuan yang menyeluruh dan dalam ruang ligkup tertentu. Menyeluruh artinya memiliki permulaan, tengah, dan kesimpulan. Permulaan adalah sesuatu yang tidak perlu mengikuti sesuatu yang lain, tetapi setelahnya secara alamiah ada atau mengada. Sebaliknya, kesimpulan harus mengikuti sesuatu yang lain, baik karena kebutuhan atau keumuman, tetapi tidak memiliki apa pun setelahnya. Pertengahan adalah… Lanjutkan membaca Ruang Lingkup Alur

Tak Berkategori

Deskripsi Tragedi

Sekali lagi, tragedi adalah representasi tindakan serius dan menyeluruh yang memiliki ruang lingkup, yakni dalam berbicara indah, dengan unsur-unsur terpisah dalam bagian lakon yang bermacam-macam; representasinya berbentuk lakuan dan bukan narasi, menggunakan rasa iba dan ngeri yang menimbulkan katarsis emosi. Cara berbicara indah adalah yang mengandung ritme dan melodi, yaitu nyanyian. Unsur-unsur yang terpisah adalah… Lanjutkan membaca Deskripsi Tragedi

Tak Berkategori

Asal dan Perkembangan Puisi

Ada dua hal yang mendasari penciptaan puisi. Pertama adalah insting manusia untuk menampilkan sesuatu yang telah melekat padanya sejak kecil. Kedua, kesenangan banyak orang pada karya tersebut. Selain representasi tersebut, melodi dan ritme juga bersifat alami dalam diri manusia. Melodi dan ritme secara alamiah mendorong puisi muncul melalui improvisasi-improvisasi keseharian yang secara perlahan berkembang mejadi… Lanjutkan membaca Asal dan Perkembangan Puisi

Tak Berkategori

Cara Menampilkan Puitika; Lahirnya Puisi Komedi

Sebuah media dapat digunakan untuk menampilkan subyek-subyek sama dalam beragam cara. Pertama adalah dengan menggunakan narasi. Tokoh dapat menjadi tokoh lain dalam ceritanya (seperti yang terjadi pada Homer), atau menjadi dirinya tanpa ada perubahan sedikit pun, atau dengan merepresentasikan siapa pun dalam bentuk lakuan. Pembedaan seni mimesis ini dapat dilihat melalui objek yang ditampilkan, cara… Lanjutkan membaca Cara Menampilkan Puitika; Lahirnya Puisi Komedi

Tak Berkategori

Objek-objek Puitika

Umumnya seniman menampilkan tiga macam karakter manusia, yaitu yang lebih baik (seperti yang dilukiskan Polygnotus), lebih buruk (dilukiskan Pauson), atau sama dengan manusia umumnya (Dionysius). Pembedaan karakter dapat menjadi penanda jenis komedi atau tragedi. Komedi bertujuan menampilkan sisi manusia yang lebih buruk, hal yang berkebalikan dengan tragedi. Sebuah tokoh dapat ditampilkan dalam kedua jenis karya… Lanjutkan membaca Objek-objek Puitika

Tak Berkategori

Bagaimana Menampilkan Puitika

Menampilkan puitika dapat dilakukan dengan menggunakan banyak hal. Misalnya bentuk-bentuk dan warna oleh pelukis atau seniman bidang lainnya; irama, bahasa, dan melodi oleh penyanyi atau musisi; irama oleh penari; dan lain sebagainya. Penggunaan unsur-unsur tersebut dapat dikombinasikan atau sendiri-sendiri. Pada prosa atau puisi yang menggunakan bahasa, dalam matra-matra campuran atau satu jenis tertentu, belum ada… Lanjutkan membaca Bagaimana Menampilkan Puitika

Tak Berkategori

GREEK POETRY IN ANTIQUITY

The earliest Greek poetry was unlettered, oral, and traditional. For centuries before the appearance of the alphabet in the eighth century b.c.e., Greek poets were creating songs, probably in dactylic hexameter, for entertainment, ritual, and religious purposes. Some of these poems were probably short lyrics and others were longer tales about their heroes and gods.… Lanjutkan membaca GREEK POETRY IN ANTIQUITY

Tak Berkategori

IMAN BUDHI SANTOSA

DUNIA SEMATA WAYANG LELAKI EMPAT PENJURU Kepada: ULP Seorang lelaki Sumba lahir kembali di Jawa memanggang diri, menggunting alamat pulang menuntun puisi pandai mengundang dipikul juga rindu murid berguru ditantang pula cinta mengusut makna                 : Kalian yang suka bertinju                 boleh jadi besar dalam debu                 setelah berulangkali jatuh                 bergantung pada sepasang susu… Lanjutkan membaca IMAN BUDHI SANTOSA